Thrasher Magazine November 2000 — Page 52
Page Text

            Pamatin
1. Dymas-Aerplane, Bandung
2. Bima G.-Fourstar, Jakarta
3. Tony S.-Volcom, Jakarta
Pemula
1. Myrza Jakarta
2. Acho Jakarta
3. Iyon-Bandung
S
Menengah
1. Ricky Dangos-Bandung
2. Arie Bdg-Bandung
3. Fajar-Bandung
palf Pipe
1. Ardi Polli-Spyderbilt Intl., Jakarta
2. Maskom-Spyderbilt Intl., Bandung
3. Alvin-Spyderbilt Intl., Bandung
Indonesian translation
EKALI LAGI SAYA ADA DI INDONESIA, BERTUGAS
TAPI juga dengan waktu bebas untuk bersama teman-
teman saya yang main skateboarding. Saya dijemput di ban-
dara oleh Didi, yang punya toko skateboard dan perusahan
distributor di Jakarta. Didi main skate sejak tahun tujuh-puluhan,
waktu dia membikin papan skate sendirian. Sekarang ini, dia punya
toko skate dan perusahan distributor, punya halfpipe, dan menjadi
salah satu pemimpin untuk Indonesian Skateboarding Association
(ISA). Waku saya di Jakarta kami pergi ke halfpipe tersebut, delapan
kaki tinggi dan enam-belas kaki lembar, dan ke Kelapa Gading,
sesuatu mini ramp bersama alat-alat street di tempat parkir di mall.
Kami main bersama beberapa Rippers dari Jakarta, misalnya Dollar
dan Ardi dan bersama beberapa skater dari Bandung crew.
Setelah tugas saya saya pergi ke pertandingan street dan ramp
disponsor oleh ISA di Bandung. Didi dan Charlie, yang manjadi
pemimpin ISA lain, diperolehkan oleh kota Bandung untuk per-
tandingan di tempat parkir besar dan mereka menatur sesuata band
dan DJs. Lingkungannya di sana bagus sekali; seperti sesuatu karni-
val dengan skateboarding. Banyak punks Bandung datang untuk
nonton dan menambah kepada ketarikan. Harinya panas seperti
neraka, dan harinya jalan pelan-pelan (seperti mayoritas per-
tandingan).
Pertandingan street dibagikan tiga kali, dengan kelompok pem-
ula, menengah, dan amatir, degan istirahat untuk musik. Skaters
datang dari seluruh Java dan ada dua dari Singapura juga.
Beberapa dari kelas pemula dan menengah main dengan
potentsi, dan akan rip dalam massa depan. Tapi yang amatir
menjadi yang paling bagus. Alat yang paling disukai oleh penon-
ton adalah pyramid/rail, dan beberapap dari kelompok ini
"worked it." Lokal favorit Dimas menang dengan trik-trik yang
majik, walaupun dia jatuh satu atau dua kali, dan Bima dan Tony
dari Jakarta ikut Dymas di nilai 2 dan 3.
Setelah pertandingan street, pertandingan ramp mulai. Rampnya
adalah yang dipunyai Didi dari Jakarta. Dia membawa ramp terse-
but untuk pertandingannya. Mini rampnya di Bandung hanya tiga
kaki, jadi beberapa dari kelompok lokals punya persoalan untuk
membiasakan diri ke ramp yang legih besar. Ardi dari Jakarta sudah
diwiredkan rampnya, dan dia menang dengan trik-trik seperti
nosepick, dan backside dan mute airs. Maskom dan Alvin daril
Bandung dapat nilai dua dan tiga.
Setelah pertandingan, beberapa cewek skaters dari Bandung men-
coba drop-in di starting ramp untuk pertandingan street. Satu atau
dua bisa, tapi kebanyakan jatuh terus, tapi aspek yang paling radi
adalah semua masih coba walaupun mereka jatuh. Hadiah trophy
diberi dan saya lari untuk stasiun kareta api untuk berangkat dari
Bandung. Charlie dan Didi berencana pertandingan ISA lain pada
massa depan, dan meneruskan melobi kotanya untuk lebih banyak
taman main skate....
Didi's ramp
Bandung panks
Trophies
Finies
Dollar at Kelapa Muda
Ardi
Maskom
SPYDERBIL
SKATEBO
RUSTY
NOW
Alvin